Cara Mengqadha Puasa Ramadan Beserta Niat Puasanya

By | March 10, 2024

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki makna yang sangat dalam selain sebagai kewajiban ibadah, puasa juga merupakan sarana untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam menjalankan puasa, niat memegang peranan yang sangat penting. Niat bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata, tetapi juga ekspresi tulus dari hati yang bersiap untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.

Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum selama waktu yang ditentukan. Lebih dari itu, puasa adalah bentuk pengendalian diri, pelatihan kesabaran, dan pengorbanan. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan amalannya, maka tidak ada kebutuhan bagi Allah untuk meninggalkan makanan dan minumannya.”

Mengqadha Puasa Ramadan Beserta Niat Puasanya

Qadha puasa Ramadhan adalah mengganti puasa yang seharusnya dilakukan pada Ramadhan namun tidak dapat dilakukan karena uzur tertentu seperti sakit atau perjalanan jauh. Qadha puasa Ramadhan wajib hukumnya bagi yang meninggalkan.

Puasa qadha dikerjakan sejumlah hari yang ditinggalkan. Ketentuan ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 184, yang artinya sebagai berikut.

“Beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.

Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Menurut istilah dalam ilmu fiqih, qadha dimaksudkan sebagai pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Adapun mengenai wajib tidaknya atau qadha puasa dilakukan secara berurutan, ada dua pendapat, yaitu:

  1. Menyatakan bahwa jika hari puasa yang di­tinggalkannya berurutan maka qadha harus dilaksanakan secara berurutan pula, lantaran qadha merupakan pengganti puasa yang telah ditinggalkan
  2. Menyatakan bahwa pelaksanaan qadha puasa tidak harus dilakukan secara berurutan, lantaran tidak ada satu­ pun dalil yang menyatakan qadha puasa harus berurutan.
    Dengan demikian, qadha puasa tidak wajib dilakukan secara berurutan. Namun dapat dilakukan dengan leluasa, kapan saja dikehendaki. Boleh secara berurutan, boleh juga secara terpisah.(bk)

Langkah-langkah Membuat Niat Puasa yang Benar

  1. Memahami Tujuan Puasa: Sebelum membuat niat, pahami tujuan puasa secara mendalam. Puasa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas spiritual.
  2. Bersuci: Sebelum menjalankan ibadah puasa, pastikan diri dalam keadaan suci. Mandi wajib atau berwudhu adalah langkah awal untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual.
  3. Tempatkan Niat dalam Hati: Niat bukan hanya sekadar kata-kata yang diucapkan, tetapi harus ditempatkan dengan tulus di dalam hati. Bersikaplah tulus dan ikhlas dalam menyatakan niat untuk menjalankan puasa.
  4. Menggunakan Bahasa yang Jelas: Niat puasa harus diucapkan dengan bahasa yang jelas dan tegas. Sebagai contoh, “Saya niat puasa hari ini untuk menunaikan kewajiban ibadah kepada Allah pada bulan Ramadan.”
  5. Memperhatikan Waktu Niat: Niat puasa harus dilakukan sebelum waktu imsak atau waktu terbit fajar. Hal ini penting agar puasa dianggap sah dan diterima oleh Allah.

Keberkahan Puasa dengan Niat yang Tulus

Dengan mengkodo puasa melalui niat yang tulus, setiap momen berpuasa akan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Niat yang kuat dan ikhlas akan mengarahkan setiap tindakan selama puasa menjadi amal ibadah yang penuh makna. Mari jadikan puasa bukan hanya sebagai kewajiban rutin, tetapi sebagai kesempatan untuk membersihkan hati, meningkatkan kesabaran, dan meraih keberkahan dari Allah SWT.

Penutup

Dan itulah tadi penjelasan akan Cara Mengqadha Puasa Ramadan Beserta Niat Puasanya yang dapat kami bagikan dan semoga informasi tersebut dapat memberikan penjelasan yang cukup tepat dan juga bermanfaat, terimakasih sudah berkunjung dan sampai jumpa dipembahasan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *