Disebut Apa Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

By | March 24, 2024

Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah disebut mustahik yang mana setelah harta dizakati terkumpul, barulah bisa didistribusikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Orang yang berhak menerima zakat disebut mustahik.

Sebagai agama yang sempurna Islam sampai menetapkan siapa saja mustahik ini agar harta zakat dapat benar-benar bermanfaat. Maka demikian, hamba sahaya ini bisa saja termasuk orang yang berhak menerika zakat.

Hukum Membayar Zakat

Bagi umat Islam, zakat termasuk perkara yang wajib untuk ditunaikan bahkan hal ini dibuktikan pada keterangan di dalam rukun Islam. Selain itu, kewajiban berzakat bagi seluruh umat Islam juga telah diperintahkan secara jelas dalam Alquran.

Dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 43 Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk,”. Bahkan, perintah zakat ini diserukan secara berulang di dalam Alquran dalam berbagai ayat hingga sebanyak 32 kali.

Besaran zakat ditentukan berdasarkan persentase tertentu dari harta yang memenuhi syarat yang dimiliki oleh individu. Ini biasanya melibatkan harta seperti uang, emas, perak, pertanian, dan perdagangan zakat harus dibayarkan kepada mereka yang berhak menerimanya atau mustahik zakat.

Sehingga tujuan utama dari zakat adalah mengatasi masalah kemiskinan dan kesulitan ekonomi dalam masyarakat Muslim.

Golongan Mustahik Zakat

Terdapat beberapa golongan yang termasuk dalam orang penerima zakat. Simak penjelasan lengkap mengenai orang atau golongan yang disebut sebagai mustahik zakat berikut ini, di antaranya:

1. Fakir

Fakir adalah golongan yang termasuk dalam penerima zakat. Dikatakan mustahik zakat karena tak memiliki sumber penghasilan sendiri. Ia tidak mempunyai harta atau mata pencaharian layak untuk bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhannya baik sandang, papan, dan pangan.

Biasanya, tidak adanya sumber penghasilan ini dikarenakan beberapa faktor, seperti masalah berat atau sakit keras. Pemberian zakat untuk fakir ini dapat diberikan dalam dua cara.

Caranya adalah dengan pemberian zakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari atau sebagai modal berwirausaha.

2. Miskin

Kelompok orang yang dapat dikategorikan sebagai penerima zakat lainnya adalah miskin. Sering tertukar dengan fakir, ini adalah mereka yang memiliki sumber penghasilan, tetapi tak cukup untuk hidup sehari-hari.

Selain itu mereka juga tidak bisa memenuhi tanggungannya termasuk makanan, pakaian, tempat tinggal, serta keperluan-keperluan lain.

Jumhur Ulama berpendapat bahwa fakir dan miskin termasuk golongan yang dimaksudkan karena kekurangan dalam kebutuhan.

3. Riqab

Mustahik zakat yang selanjutnya adalah riqab, budak atau hamba sahaya. Dalam bahasa Arab, kata raqabah memiliki makna hamba sahaya. Hamba sahaya ini adalah seseorang yang dipekerjakan.

Riqab di sini mencakup mukatab, yaitu hamba sahaya yang berakad dengan majikannya. Tak lain, ini untuk menebus dirinya atau ghairu mukatab.

Dalam hal ini, zakat digunakan untuk membebaskan atau memerdekakan budak dari majikannya, sehingga bisa hidup secara layak. Pemberian zakat terhadap riqab ini terjadi pada zaman awal perkembangan Islam.

Tetapi, dalam penelitian Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta, riqab telah dihapus dalam mustahik zakat di Indonesia. Padahal, riqab atau budak yang dimaksud dapat disamakan dengan human trafficking atau perdagangan orang.

Penutup

Maka demikian penjelasan akan Disebut Apa Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah yang telah bei.co.id bagikan atau sampaikan dan semoga informasi kali ini memberikan penjelasna agar zakat yang kita berikan tersampaikan kepada orang yang berhak menerima. Terimakasih sudah berkunjung dan sampai jumpa dipembahasan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *