Sholawat Syifa Gunanya untuk Apa? Manfaat Sholawat Tibbil Qulub

By | March 7, 2024

Sholawat Syifa tidak hanya untuk penyakit fisik melainkan juga penyakit hati. Menurut sumber dari buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat susunan Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf. Sholawat syifa bisa dibaca sebanyak-banyaknya dan kapan saja saat sakit

Menurut buku Khasiat & Fadhilah 99 Asmaul Husna susunan Umar Faruq, sholawat tibbil qulub menjadi sarana membuat tubuh tetap sehat, panjang umur, serta kuat Salah satunya ialah shalawat Tibbil Qulub yang merupakan shalawat penyembuh hati.

Khasiat Sholawat Tibbil Qulub / Sholawat Syifa – Bila dibaca 7 kali, dan tiap-tiap satu kali ditiupkan ke dalam segelas air kemudian diminum, bisa meredakan sakit perut. – Dengan membaca sholawat syifa sebanyak mungkin, akan menjauhkan diri dan keluarga dari berbagai penyakit.

Salah satu lafal shalawat yang cukup sering dibaca oleh masyarakat adalah Shalawat Tibbil Qulub. Shalawat Tibbil Qulub memiliki arti “obat/penyembuh hati”. Shalawat ini disebut pula dengan nama shalawat Nurul Abshar yang berarti “cahaya mata hati”.

Manfaat Sholawat Tibbil Qulub

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan hal yang dianjurkan dalam Al-Qur’an. Apalagi saat ini merupakan bulan Rabiul Awwal, yang menjadi bulan kelahiran Rasulullah. Tentu, dengan membaca shalawat umat Islam akan memperoleh pahal yang berlimpah.

Lafal-lafal shalawat terhitung banyak sekali bentuk dan macamnya. Setiap bentuk lafal shalawat, secara umum memiliki faedah tertentu. Salah satu lafal shalawat yang cukup sering dibaca oleh masyarakat adalah Shalawat Tibbil Qulub.

Shalawat Tibbil Qulub memiliki arti “obat/penyembuh hati”. Shalawat ini disebut pula dengan nama shalawat Nurul Abshar yang berarti “cahaya mata hati”.

Berikut lafal shalawat Tibbil Qulub secara lengkap beserta artinya:

  اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin thibbil qulûbi wa dawâ-ihâ wa ‘âfiyatil abdâni wa syifâ-ihâ wa nûril abshâri wa dliyâ-ihaa wa ’alâ âlihî wa shahbihî wa sallim.

Artinya: Ya Allah, berikanlah rahmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, sang penyembuh hati dan obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan keselamatan.

Sebagian ulama juga memberikan tambahan kalimat menjelang ujung shalat sehingga redaksi shalawat menjadi sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَقُوتِ الأرْوَاحِ وَغِذَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin thibbil qulûbi wa dawâ-ihâ wa ‘âfiyatil abdâni wa syifâ-ihâ wa nûril abshâri wa dliyâ-ihaa wa qûtil arwâhi wa ghidâ-ihâ wa ’alâ âlihî wa shahbihî wa sallim.

Artinya: Ya Allah, berikanlah rahmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, sang penyembuh hati dan obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, serta menjadi makanan pokok dan asupan gizi bagi ruhani. Juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan keselamatan.

Kedua redaksi shalawat Tibbil Qulub di atas sama-sama dapat diamalkan dan dijadikan bacaan sehari-hari. Meskipun secara umum redaksi shalawat yang lebih masyhur adalah redaksi pertama. Redaksi pertama ini yang digunakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat menginstruksikan warga NU agar memperbanyak membaca shalawat Tibbil Qulub guna merespons menyebarnya virus corona di berbagai belahan dunia beberapa tahun lalu.

Keutamaan Shalawat Tibbil Qulub

Mengenai keutamaan shalawat Tibbil Qulub, secara umum dijelaskan dalam kumpulan dzikir Majmu’ah Maqruat Yaumiyah wa Usbu’iyah:

صلوات طب القلوب منيكا مجرب كاغكى أنجاكي كصحاتان بدان لن دادوس تومبا سدايا فياكيت ظاهر أتاوي باطن

Artinya: Shalawat Tibbil Qulub ini teruji (berfaedah) untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjadi obat segala penyakit dzahir ataupun batin. (KH Muhammad bin Abdullah Faqih, Majmu’ah Maqruat Yaumiyah wa Usbu’iyah, hal. 47)

Keutamaan di atas berlaku bagi orang yang membaca shalawat Tibbil Qulub dengan kaifiyah (cara membaca) yang umum. Sehingga orang yang istiqamah membaca shalawat Tibbil Qulub ini dalam bilangan berapa pun, akan diberikan kesehatan lahir dan batin serta akan disembuhkan dari berbagai penyakit atas seizin Allah.

Sedangkan kaifiyah membaca shalawat Tibbil Qulub secara khusus, umumnya cenderung berbeda-beda sesuai dengan ijazah dari kiai atau ulama yang mengijazahkan bacaan shalawat ini, agar dibaca dalam bilangan tertentu.

Salah satu kaifiyah khusus dalam membaca shalawat Tibbil Qulub ini, seperti yang dijelaskan dalam kitab Sa’adah ad-Daraini fi as-Shalat ala Sayyid al-Kaunaini berikut:

إنها صيغة الطب الظاهر والباطن تقرأ ألفين على أي مرض وقيل أربعمائة فيشفى بإذن الله

Artinya: Shalawat ini merupakan lafal shalawat penyembuh lahir dan batin. Dibaca 2000 kali untuk menyembuhkan segala penyakit. Dan menurut sebagian pendapat dibaca sebanyak 400 kali, maka penyakit tersebut akan sembuh atas seizin Allah. (Syekh Yusuf bin Ismail, Sa’adah ad-Daraini fi as-Shalat ala Sayyid al-Kaunaini, Cet. Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, hal. 26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *